Cara menggunakan rsync

Rsync (Remote Sync) adalah perintah yang biasa digunakan untuk menyalin dan mensinkronasi file dan folder secara remote maupun lokal didalam sistem Linux/Unix. Dengan menggunakan perintah rsync kamu dapat menyalin dan mensinkronasi data kamu secara remote sehingga biasa digunakan untuk membackup data maupun untuk melakukan mirroring antara 2 server.

 

Berbeda dengan FTP ataupun SCP yang akan mentransfer semua file, rsync menggunakan proses yang berbeda yakni dengan membandingkan folder/fle tujuan dengan asal folder/file tersebut. Sehingga jika proses transfer terinterupsi (jaringan ssh putus), proses masih bisa dilanjutkan dengan melakukan perintah yang sama. Misalnya kamu mentransfer file 100 MB, dan ketika mencapai 80 MB koneksi ssh terputus. Kamu tidak harus mengirim ulang file 80 MB sebelumnya, tetapi proses dapat diteruskan sehingga proses transfer tinggal 20 MB.

 

Rsync tidak tersedia secara default pada sistem Linux/Unix, jadi kamu harus menginstallnya terlebih dahulu. Jika kamu ingin melakukan transfer antar server, masing-masing server harus terinstall rsync terlebih dahulu. Dibawah ini cara install rysnc:

 

Debian/Ubuntu

apt-get install rsync

CenOS/Fedora

yum install rsync

 

Dibawah ini merupakan format dasar rysnc. Format dasar ini bisa digunakan untuk transfer lokal, antar folder dalam satu server.

 rsync -options folder_asal folder_tujuan

Contoh transfer:

rsync -avzh /var/www/cinta/ /var/www/kasih

Perintah tersebut akan mentransfer semua file maupun folder di folder “cinta” ke folder “kasih”. Folder “kasih” jika tidak ditemukan maka akan otomatis dibuatkan folder tersebut. Untuk “options” dijelaskan lebih lanjut pada post yang berbeda.

 

Rsync biasanya digunakan untuk sinkronisasi data atau file dari 2 server berbeda, bisa untuk backup file ataupun transfer biasa. Dalam penggunakan transfer antar 2 server ini bisa mempunyai dua opsi, “push” dan “pull”. “Push” berarti mendorong data dari server A ke server B, dengan eksekusi perintah dari server A. Sedangkan “pull” berarti menarik data dari server A ke server B, dengan eksekusi perintah dari server B.

 

Push:

rsync -options folder_asal_lokal_server [email protected]_host:folder_tujuan

Contoh:

rsync -avzhe ssh --progress /root/setup/ [email protected]:/root/setup

Pull:

rsync -options [email protected]_address:folder_asal folder_tujuan_lokal_server

Contoh:

rsync -avzhe ssh --progress [email protected]:/root/setup/ /root/setup

NB. Saat menjalankan perintah tersebut, akan muncul permintaan mengisikan password root dari server yang akan dipush ataupun dipull.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares